Bocoran Kapan Batu Bara Sudah Boleh di Ekspor kembali?di Tahun 2022

Bocoran Kapan Batu Bara Sudah Boleh di Ekspor kembali?di Tahun 2022

 

Bocoran Kapan Batu Bara Sudah Boleh di Ekspor kembali?

JaPT Adaro Energy Tbk (ADRO) membahas larangan ekspor batu bara pemerintah mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2022.

Pemerintah telah resmi melarang ekspor batu bara dari Kementerian Energi dan Mineral (ISDM) melalui surat tertanggal 31 Desember 2021.

Kepala Komunikasi Perusahaan Adaro, Febriati Nadira Padahal, untuk kebutuhan batu bara dalam negeri atau domestic market obligation (DMO), Adaro telah memenuhi syarat untuk penyerahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam negeri. Bahkan di atas kuota 25%.

Administrasi Adaro mengatakan akan terus memenuhi permintaan dan pasokan arang domestik dengan mematuhi peraturan DMO 25%, yang menjadi prioritas Adaro.

“Pada 2021, DMO Adaro akan menjadi sekitar 11,1 juta ton. Pada Januari-Oktober 2021, penjualan domestik adalah 9,69 juta ton. Pada November dan Desember 2021, penjualan tambahan diharapkan menjadi 26-27% dari PDB pada 2021. (Atas) ,” kata Nadira kepada CNBC Indonesia, Minggu (2/1/2022).

Sejak 1 hingga 31 Januari 2022, pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan ekspor IUPK atau IUPK ke Tingkat Operasi Produksi, IUPK Kontrak/Operasi Operasi dan PKP2B.

Langkah ini untuk memastikan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik terpenuhi. Kekurangan pasokan ini akan berdampak pada lebih dari 10 juta pelanggan PT PLN (Persero) dari masyarakat umum hingga industri, di wilayah Jawa, Madura, Bali (Jamali) dan non-Jamali.

“Kenapa dilarang ekspor? Dipaksa dan ini bersifat sementara. Jika larangan ekspor tidak dilaksanakan, sekitar 20 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) akan kehilangan daya sekitar 10.850 megawatt. Ini berpotensi menggoyahkan perekonomian nasional.” Ridwan Jamaluddin, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, menjelaskan.

Dia mengatakan pasokan batu bara untuk pembangkit listrik akan kembali normal setelah selesai dan produsen batu bara bisa mengekspor kembali. “Kami akan review setelah 5 Januari 2022,” kata Ridwan.

TRENDING  Sааt Jоkоwі Tаk Bаса Bahan Sambutan Dеmі Jаwаb Anwаr Abbas ѕоаl Kеѕеnjаngаn

Bahkan, Ridwan berulang kali mendesak pemerintah memperkuat komitmennya untuk memasok batu bara ke PLN. Namun, realisasi pasokan batubara PLN per bulan lebih kecil dari persentase wajib penjualan batubara untuk kebutuhan dalam negeri (DOMO). Karena itu, pembangkit listrik PLN harus memasok batu bara pada akhir tahun. Menurut dia, pasokan batu bara yang aman di PLTU PLN lebih dari 20 hari.

“Dari 5,1 juta metrik ton (MT) yang dialokasikan pemerintah hingga 1 Januari 2022, hanya 35.000 ton yang akan selesai atau kurang dari 1%, yang tidak akan memenuhi kebutuhan masing-masing PLTU. Jika tidak diambil langkah. .

Leave a Comment

Your email address will not be published.